LATEST NEWS
2009-08-21 11:03:30
Mahasiswa/i Indonesia yang dikirim oleh Persamuhan Bodhicitta Mandala Indonesia empat tahun lalu telah kembali ke tanah air
Sudah lima tahun berlalu bencana alam gempa bumi dan tsunami di Aceh, banyak menarik simpati dari berbagai pihak negara untuk membantu daerah-daerah yang tertimpa bencana saat itu, salah satunya adalah negara ROC (Taiwan), seperti pemerintah kota Taipei, Palang Merah Taiwan Badan Amal Internasional Tzu Chi, Badan Amal Fan Yin Welfare, Fa Gu San, NGO Taiwan dan lain sebagainya, ikut terjun langsung ke daerah bencana untuk memberikan bantuan, seperti obat-obatan, makanan, pemukiman, pendidikan dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, Pesamuhan Bodhicitta Mandala Indonesia, bekerja sama dengan pihak pemerintah kota Taipei, Badan Amal Fan Yin Welfare, Palang Merah Taiwan, Yayasan Yong Ning dan Universitas setempat di Taiwan untuk membantu para siswa/i Indonesia untuk melanjutkan jenjang pendidikan perguruan tinggi di Taiwan. Pendiri Pesamuhan Bodhicitta Mandala Indonesia (disingkat PBMI), Y.M Bhante Nyanaprathama Sthavira pada saat itu mengutarakan bahwasanya untuk membantu membangun kembali daerah bencana dan Indonesia diperlukan SDM yang berpotensi, oleh sebab itu kita sangat berharap bisa membawa siswa/i berpotensi yang memiliki kendala perekonomian atau yang tertimpa bencana untuk melanjutkan pendidikan di Taiwan.
Empat tahun yang lalu, sebanyak 30 siswa/i dikirim ke Taiwan yang terdiri dari 16 siswa/i berasal dari Aceh, 15 siswa/i berasal dari Medan dan 1 siswi berasal dari Bagan Siapi-api, dimana 11 orang melanjutkan kuliahnya di Universitas Transworld, 8 orang di Universitas Chaoyang dan 11 siswa/i lainnya di Universitas Jinwen. Awalnya mereka mengalami kendala bahasa pengantar selama sekolah, budaya, dan lingkungan yang berbeda dengan tanah air. Seiring waktu dan usaha yang telah ditekuni selama 4 tahun, bulan Juni lalu 27 diantaranya telah lulus dari masa perkuliahan mereka di Taiwan. Selama masa perkuliahan, para mahasiswa/i Indonesia telah membawa nama harum bangsa Indonesia. Professor Zhang Zi Jian yang juga merupakan penanggung jawab 11 mahasiswa Indonesia di Universitas Transworld mengatakan bahwa mahasiswa/i dari Indonesia cukup aktif dan nilai yang diperoleh juga sangat memuaskan.
Pada masa perkuliahan, mahasiswa/i Indonesia setiap tahunnya mendapat kesempatan kembali ke tanah air untuk memberikan pelayanan sosial di antaranya adalah mengajar bahasa Mandarin di sekolah-sekolah dasar di beberapa daerah di tanah air, menjadi sukarelawan di PBMI, melakukan penanaman pohon dalam program Konservasi Bodhicitta Mandala dan sebagainya. selain itu juga melakukan penelitian tentang hutan hujan tropis Indonesia dan melalukan kampanye-kampanye lingkungan hidup di Taiwan. Dalam dua tahun belakangan ini, para mahasiswa/i Indonesia banyak melakukan kampanye tentang penyelamatan hutan hujan tropis Indonesia kepada pihak pemerintah dan NGO di Taiwan dan sebanyak dua kali diberikan bantuan dana oleh pemerintah Taiwan untuk melakukan kegiatan di Indonesia.
Dari semua mahasiswa/i yang menuntut ilmu di Taiwan, sejumlah empat orang mahasiswa/i berhasil lolos seleksi masuk program S-2 di Universitas-universitas Nasional terbaik di Taiwan, yakni Hengky di National Taiwan University, Viriya Jony dan Irvan Prawira Julius Joie di National Chung Hsing University, serta Hermanto Wijaya di National Pingtung University of Science and Technology. Para mahasiswa/i juga menyatakan bahwasanya mereka sangat beruntung dan bangga sebagai warga negara Indonesia dan sangat berterima kasih kepada dukungan moral maupun material yang telah diberikan oleh Badan Amal Fan Yin welfare, Palang Merah Taiwan, Badan Amal Yong Ning, Bhikkuni XinDing, Prajna Foundation, Universitas Transworld, Universitas Chaoyang, Universitas Jinwen, pihak masyarakat Taiwan, serta dukungan dari pihak masyarakat Indonesia, PBMI khususnya, yang telah memberikan banyak kesempatan kepada mahasiswa/i Indonesia untuk terus berkembang dan maju. Dan para mahasiswa/i dari masing-masing Universitas juga menunjukan nilai prestasi yang baik di masing-masing jurusan yang mereka dalami selama ini.
Semoga kepulangan 27 mahasiswa Indonesia di tanah air bisa mengaplikasikan ilmu selama 4 tahun dan memberikan kontribusi bersama-sama PBMI untuk dan demi masyarakat sekitar kita, Indonesia, bakan dunia karena Indonesia adalah negara yang sangat penting bagi kelangsungan dunia ini atau salah satunya yang sering kita sebut adalah paru-paru dunia.
Nama 27 Mahasiswa di antaranya:
